Solo (01/11) -- Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah menggelar Training of Facilitator (TOF) Sekolah Orang Tua (SOT). Kegiatan digelar di Nur Hidayah Convention Center (NHCC) Jl. Semangka No 58 Kerten Laweyan Surakarta.
Kegiatan berlangsung Ahad, (01/11), diikuti 66 peserta perwakilan dari seluruh kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah.
Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Hananto Widhiaksono, S.Sos., S.Pd.Gr. dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman secara resmi memperluas konsep klasik "Tri Pusat Pendidikan" menjadi "Catur Pusat Pendidikan".
"Empat pusat pendidikan tersebut adalah keluarga (rumah), sekolah, masyarakat, dan media. Tentu Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia turut serta dan berkepentingan untuk menyukseskan peran keempat pilar tersebut, dalam rangka suksesnya pendidikan," terang Hananto.
"Salah satu concern fokus kita adalah bagaimana menguatkan mengokohkan peran orang tua. Diantaranya dengan program Sekolah Orang Tua. Oleh karena itu, diadakan Training of Facilitator (TOF) Sekolah Orang Tua, yang harapannya mereka akan berbagi pemahaman dan berbagi praktik baik kepada sekolah-sekolah di lingkungan kabupaten/kotanya," lanjut Hananto.
"Para peserta mengikuti beberapa trip pelatihan ini baik secara daring maupun luring. Harapannya mereka akan menjadi trainer handal yang dapat menerapkan konsep pelaksanaan Sekolah Orang Tua, maupun ketika berbagi praktik baik. Kolaborasi antara rumah dengan sekolah semakin kokoh, menjadi salah satu kekhasan dan keunggulan Sekolah Islam Terpadu," pungkasnya.
Trainer dalam kegiatan ini, Nurhadi Susilo, M.Pd, dalam salah satu sesi menyampaikan bahwa salah satu makna dari kata "Terpadu" dalam Sekolah Islam Terpadu adalah keterpaduan antara pendidikan, pendampingan, dan pembiasaan di sekolah dan di rumah.
"Makna kata "Terpadu" dalam Sekolah Islam Terpadu diantaranya adalah keterpaduan pendidikan, pendampingan, dan pembiasaan adab, ibadah, pembelajaran antara di rumah dan di sekolah. Sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan dan pengajaran akan lebih mudah dicapai," terang Nurhadi.
Bagaimana supaya sinergi kerjasama antara rumah dan sekolah ini terbangun dengan apik? Perlu adanya pemahaman, fokus, dan aplikasi bersama.
"Mari kita ajak orang tua-orang tua hebat untuk bersemangat long live education. Bahwa ilmu yang didapat, salah satunya melalui Sekolah Orang Tua ini, menjadi bekal dalam pengasuhan pendampingan buah hati secara maksimal. Supaya semua pilar /pusat pendidikan ini mampu menjalankan perannya dengan berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan," pungkas Nurhadi.