JARINGAN SEKOLAH ISLAM TERPADU (JSIT)INDONESIA
Menu

UNJ dan JSIT Perkuat Kompetensi Guru melalui Workshop STEM untuk Pembelajaran Mendalam

19 August 2026 By Admin Berita
Jakarta (18/08) — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berkolaborasi dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) JSIT Indonesia dan Tim Diklat JSIT Wilayah DKI Jakarta menyelenggarakan workshop bertajuk “STEM Education for Deep Learning Classroom” di Aula SDIT Nurul Iman, Pondok Bambu, Jakarta Timur, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaborasi Internasional antara Universitas Negeri Jakarta dan Curtin University, Australia, yang melibatkan akademisi dari kedua perguruan tinggi, yaitu Dr. Ella Fitriani, Ph.D. dan Professor Dr. Achmad Ridwan, M.Si. dari Universitas Negeri Jakarta, serta Professor Rachel Sheffield dan Professor Rekha Koul dari Curtin University. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kapasitas pendidik dalam mengembangkan pembelajaran STEM yang relevan dengan implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di sekolah. Workshop diikuti oleh lebih dari 40 guru sekolah dasar yang berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Kegiatan dirancang tidak hanya sebagai forum berbagi pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang bagi para guru untuk memperoleh pengalaman langsung dalam merancang dan mengevaluasi pembelajaran STEM berbasis inkuiri. Kegiatan diawali dengan pembacaan tilawah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars JSIT. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian plakat dari Universitas Negeri Jakarta kepada Yayasan Wakaf Nurul Iman sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kesediaannya menjadi tuan rumah pelaksanaan workshop. Memahami Peran STEM dalam Pembelajaran Mendalam* Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Ella Fitriani, Ph.D., dosen Program Studi Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Jakarta, dengan topik “STEM Education: Why It Matters for Deep Learning Classrooms.” Pada sesi ini, peserta diajak memahami mengapa pendidikan STEM penting dalam mendukung pembelajaran mendalam. Pembelajaran STEM tidak hanya menekankan penguasaan konsep, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membangun pengetahuan melalui proses penyelidikan, pemecahan masalah, kolaborasi, kreativitas, dan penerapan pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata. Sesi berikutnya difasilitasi oleh Professor Rachel Sheffield dari School of Education, Curtin University, Australia, dengan topik “Designing Inquiry-Based STEM Lessons for Deep Learning Classrooms.” Dalam sesi ini, para guru terlibat dalam berbagai hands-on activities dan proses perancangan pembelajaran. Peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga mengalami secara langsung bagaimana pembelajaran STEM dapat dirancang melalui pendekatan berbasis inkuiri. Guru diberikan kesempatan untuk mengembangkan rancangan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks peserta didik di sekolah masing-masing. Menguatkan Asesmen dalam Pembelajaran STEM Selanjutnya, Professor Rekha Koul, Professor of Science Education dan Discipline Lead STEM dari School of Education, Curtin University, Australia, menyampaikan materi “Assessing Student Learning in STEM-Based Deep Learning Classrooms.” Sesi ini mengajak peserta untuk memahami pentingnya merancang asesmen yang tidak hanya mengukur penguasaan materi, tetapi juga dapat menggambarkan proses belajar dan perkembangan keterampilan peserta didik dalam pembelajaran STEM. Guru juga berdiskusi mengenai bagaimana asesmen dapat digunakan untuk memperoleh informasi mengenai proses berpikir, pemecahan masalah, kolaborasi, dan kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan. Guru sebagai Pembelajar dalam Pembelajaran STEM Salah satu hal yang menjadi kekuatan workshop ini adalah pendekatan yang digunakan. Kegiatan tidak hanya berfokus pada ceramah, tetapi memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada para guru melalui hands-on activities, diskusi, perancangan pembelajaran, dan kegiatan asesmen. Melalui pengalaman tersebut, guru berkesempatan untuk merasakan proses pembelajaran STEM dari perspektif peserta didik sekaligus berlatih menjadi perancang pembelajaran. Para peserta bekerja untuk mengembangkan ide pembelajaran STEM berbasis inkuiri, mendiskusikan bagaimana pembelajaran tersebut dapat diterapkan di kelas, serta memikirkan strategi yang tepat untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik. Antusiasme peserta terlihat? sepanjang kegiatan. Guru secara aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, memberikan tanggapan, serta mengembangkan rancangan pembelajaran bersama. Kehadiran peserta dari Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi juga memperkaya proses berbagi pengalaman dan praktik pembelajaran dari berbagai sekolah. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Pembelajaran Mendalam, yang menempatkan pembelajaran sebagai proses yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Melalui pembelajaran STEM berbasis inkuiri, peserta didik diharapkan tidak sekadar menerima informasi, tetapi terlibat secara aktif dalam membangun pemahaman melalui proses penyelidikan, eksplorasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Workshop ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara peserta dan narasumber, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan. Melalui Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Internasional antara UNJ dan Curtin University, serta dukungan dari JSIT Indonesia, Tim Diklat JSIT Wilayah DKI Jakarta, dan Yayasan Wakaf Nurul Iman Pondok Bambu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan kompetensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran STEM yang mendukung Pembelajaran Mendalam di sekolah dasar.
Official Partner
profile image

Admin

Sekretariat Pusat

Email Kami 😃
sekretariat@jsit.id