JARINGAN SEKOLAH ISLAM TERPADU (JSIT)INDONESIA
Menu

Webinar Nasional Pendidikan Milad ke-23 JSIT Indonesia Perkuat Kolaborasi untuk Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045

30 July 2026 By Admin Berita
Jakarta (30/07) --- Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia menyelenggarakan Webinar Nasional Pendidikan sebagai salah satu rangkaian Milad ke-23 JSIT Indonesia dengan mengusung tema "Transformasi Pendidikan untuk Membangun Generasi Unggul dan Peradaban Bangsa". Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas guru, kepala sekolah, pengelola pendidikan, orang tua, serta pengurus JSIT Indonesia dari berbagai wilayah di Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua Panitia Milad ke-23 JSIT Indonesia, Henny Lestari menyampaikan bahwa webinar nasional merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-23 JSIT Indonesia sebagai momentum mensyukuri perjalanan organisasi sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun pendidikan Islam yang bermutu. "JSIT Indonesia terus berkembang sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan Sekolah Islam Terpadu dari jenjang TK hingga SMA, dengan harapan pada masa mendatang mampu memperluas kontribusinya hingga pendidikan tinggi," tegas Heni. Webinar juga memperoleh dukungan dari para tokoh nasional melalui rekaman ucapan milad yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, dan Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli. Ketiganya menekankan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan peningkatan mutu pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Pendidikan dipandang tidak hanya berfungsi menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga membentuk manusia berkarakter, berakhlak mulia, peduli lingkungan, dan mampu menjadi pelaku peradaban. Sesi webinar dipandu oleh Sutiyono yang menegaskan bahwa tantangan Indonesia menuju tahun 2045 memerlukan transformasi pendidikan melalui kolaborasi lintas organisasi pendidikan Islam. Oleh karena itu, webinar menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang sebagai wujud semangat kolaboratif dalam memajukan pendidikan nasional. Sebagai narasumber pertama, Ketua Umum JSIT Indonesia Ahmad Fikri memaparkan perjalanan perkembangan JSIT Indonesia sejak dirintis oleh lima sekolah pelopor pada tahun 1993 hingga menjadi organisasi yang menaungi sekitar 2.800 sekolah anggota, 537 ribu peserta didik, dan lebih dari 53 ribu guru. "Arah strategis JSIT Indonesia ke depan berfokus pada integrasi kurikulum nasional dan nilai-nilai Islam, penguatan karakter, transformasi digital, penjaminan mutu, kemitraan strategis, serta kemandirian lembaga. Perubahan besar selalu berawal dari keberanian untuk memulai," ujarnya. Selanjutnya, Prof. Dr. Husni Rahim menekankan pentingnya mempertemukan kekuatan berbagai organisasi pendidikan Islam di Indonesia. Menurutnya, keunggulan masing-masing lembaga akan menjadi kekuatan ketika dikolaborasikan dan akan melahirkan peradaban ketika dibagikan. Ia juga menguraikan karakter generasi unggul yang perlu dibangun, yaitu generasi yang beriman, berilmu, berdaya saing, mandiri, peduli sosial, serta memiliki wawasan kebangsaan. Di sisi lain, guru masa depan dituntut menjadi murabbi, pembelajar sepanjang hayat, inovator, peneliti, teladan, dan agen perubahan. Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah, Didik Suhardi mengingatkan bahwa tantangan menuju Indonesia Emas 2045 memerlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang holistik dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia menyoroti pentingnya transformasi digital, penguatan kaderisasi, tata kelola pendidikan modern, serta pengembangan kompetensi abad ke-21 sebagai bekal menghadapi dinamika global. Adapun Wakil Ketua LP Ma'arif NU, Yanto menyoroti pentingnya penguatan kualitas guru, kepemimpinan kepala sekolah, kurikulum yang adaptif, serta terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan inklusif. Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai penjaga dan pembangun peradaban bangsa. Pada sesi diskusi, peserta mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari perkembangan JSIT Indonesia, tantangan menghadapi sekularisme, penguatan pendidikan masyarakat, hingga pentingnya berbagi praktik baik antarsekolah. Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa JSIT Indonesia saat ini telah memiliki sekitar 987 sekolah berlayanan inklusi, serta mendorong sekolah-sekolah unggul untuk mendampingi sekolah lain melalui berbagi praktik baik tanpa menghilangkan kekhasan masing-masing lembaga. Webinar menghasilkan kesepahaman bahwa pendidikan Islam memiliki posisi strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kolaborasi antara JSIT Indonesia, Muhammadiyah, dan LP Ma'arif NU dipandang sebagai modal besar untuk memperkuat transformasi pendidikan melalui penguatan karakter, literasi, kompetensi, teknologi, dan kepedulian sosial. Para narasumber juga mendorong terbentuknya forum kolaborasi pendidikan Islam yang berkelanjutan, pengembangan program berbagi praktik baik, peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah, perluasan layanan pendidikan inklusif, serta penguatan transformasi digital di seluruh aspek pendidikan. Menutup rangkaian webinar, JSIT Indonesia mengajak seluruh insan pendidikan untuk terus membangun sinergi, berbagi inovasi, dan memperkuat ekosistem pendidikan Islam yang mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, serta siap berkontribusi dalam membangun peradaban bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Official Partner
profile image

Admin

Sekretariat Pusat

Email Kami 😃
sekretariat@jsit.id