Kabupaten Semarang (16/06) — Pimpinan Satuan Komunitas (Pinsako) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) pada Sabtu–Minggu, 16–17 Mei 2026 di SMAIT Nurul Islam Tengaran. Kegiatan ini diikuti oleh 53 perwakilan Sakocab Pramuka SIT dari kabupaten/kota se-Jawa Tengah serta sekitar 100 Pramuka Penegak dari SMAIT di Jawa Tengah.
Rakorda menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi gerakan Pramuka SIT sekaligus menyatukan langkah dalam membangun generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ketua Pinsakoda Pramuka SIT Jawa Tengah, Priyono, menyampaikan rasa syukur atas semakin solidnya koordinasi Pramuka SIT di Jawa Tengah. Ia menyebutkan bahwa anggota grup Tim Pramuka SIT kini telah lengkap mencakup 35 kabupaten/kota.
“Rakorda ini menjadi bagian dari konsolidasi strategis untuk mewujudkan visi bersama, yakni menguatkan peran Pramuka SIT dalam membentuk generasi yang taqwa, tangguh, tangkas, dan teguh dalam pribadi yang shalih,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan dalam Forum Musyawarah Pramuka SIT (Formuska) merupakan estafet perjuangan dan ladang dakwah bagi seluruh anggota Pramuka SIT.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Sabilul Khoirot, Muhammad Sa’dulloh Mahmud, menuturkan bahwa Formuska merupakan amanah besar yang dapat menjadi sarana pendidikan dan pembelajaran organisasi bagi para siswa.
“Formuska bukan sekadar wadah berkegiatan, tetapi juga tempat pembentukan karakter islami. Kolaborasi antara dakwah pendidikan dan gerakan Pramuka sangat penting dalam mewujudkan generasi penerus yang berkarakter,” ungkapnya.
Ia berharap Pinsako SIT dan Formuska dapat menjadi wasilah kontribusi bagi umat sekaligus penguat timbangan amal di akhirat kelak.
Dalam sambutannya, Ketua Mabisakoda Pramuka SIT Jawa Tengah, Hananto Widhiaksono, menekankan pentingnya penguasaan keterampilan melalui Gerakan Pramuka.
“Kita perlu belajar berbagai keterampilan. Melalui gerakan Pramuka, kita diajarkan keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan filosofi bahwa seseorang yang tidak memiliki sesuatu tidak akan mampu memberikan sesuatu kepada orang lain. Menurutnya, Gerakan Pramuka menjadi salah satu sarana strategis dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang berkarakter.
Hananto menjelaskan bahwa Pramuka berada dalam koordinasi Bidang 2 JSIT Indonesia karena memiliki peran penting dalam pembinaan kepemimpinan generasi muda. Ia menyebut tiga bekal utama seorang pemimpin adalah sejarah, geografi, dan sastra, yang seluruhnya dapat ditemukan dalam pendidikan kepramukaan.
Selain itu, ia turut menjelaskan perkembangan struktur organisasi Pramuka SIT. Saat ini, Sako SIT tidak lagi menjadi bidang tersendiri dalam kepengurusan JSIT Indonesia, melainkan menjadi tim yang berkolaborasi bersama Bidang 2 JSIT Indonesia.
Rakorda Pinsako Pramuka SIT Jawa Tengah diharapkan mampu memperkuat sinergi antardaerah, meningkatkan kualitas pembinaan Pramuka SIT, serta melahirkan kader-kader pemimpin muda yang siap berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara.