Serahkan Bantuan Korban Banjir Bandang dan Galado di Sumbar, Ketua JSIT Indonesia : Duka Ranah Minang Duka Kita Semua

Padang (04/06) — Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia melalui Bidang Sosial Kemanusiaan Sumatera Barat bekerja sama dengan Yakesma Cabang Sumatera Barat bergerak cepat memberikan bantuan pada korban Banjir Bandang dan Galodo (Lahar Dingin Gunung Merapi) di Sumatera Barat yang terjadi pada 13 Mei 2024 lalu.

Bersama sekolah anggota terdampak yang berada di sekitar tempat kejadian, JSIT Indonesia ikut berkontribusi aktif dengan menjadikan sekolah sebagai Posko Tanggap Darurat, memberikan bantuan kebutuhan pokok yang diperlukan para penyintas sekaligus juga melakukan asesmen dan pendataan terhadap penyintas untuk masa pemulihan.

Dari data yang dilakukan didapat bahwa ada 32 korban dan penyintas dari Ribuan korban/penyintas, diantaranya ada yang meninggal dunia sekeluarga karena hanyut dibawa Banjir Bandang, ada pula yang rumah hanyut tak berbekas, ada pula sawah yang gagal panen dan seterusnya.

Setelah melakukan penggalangan donasi sosial kemanusiaan dengan bekerjasama dengan Yakesma, Ketua Umum JSIT Indonesia turun ke Sumbar untuk menyalurkan donasi yang terkumpul pada Rabu-Kamis, (29-30/05/2024).

Diawali audiensi dengan Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi di Kediamannya, Gubernur memberikan apresiasi terhadap kepedulian yang ditunjukan JSIT Indonesia kepada korban dan penyintas di Sumbar.

Buya menegaskan bahwa eksistensi dan kontribusi JSIT Indonesia bukan hanya saat ada bencana bahkan juga di bidang pendidikan juga sangat terasa.

“Ada tidak kurang dari 104 Sekolah Islam Terpadu tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Sumbar, saat bencana Gempa Pasaman Baru beberapa tahun lalu, Banjir Bandang di Pasaman TImur beberapa waktu lalu dan seterusnya JSIT Indonesia selalu hadir,” ungkapnya

Maka Gubernur Sumbar ini mengajak JSIT Indonesia untuk meningkatkan kontribusinya melalui kolaborasi efektif secara luas. JSIT Indonesia perlu hadir juga pada aspek dan bidang kehidupan sosial masyarakat lainnya.

Sementara Ketua Umum JSIT Indonesia, Fahmi Zulkarnain menyambut baik ajakan Gubernur Buya Mahyeldi. Fahmi menegaskan Ranah Minang ini banyak melahirkan Ulama dan Tokoh Bangsa, maka Duka Ranah Minang adalah Duka Kita Semua.

“JSIT Indonesia siap berkolaborasi dengan Pemerintah Sumbar dalam rangka akselerasi masa pemulihan para penyitas. Sesuai dengan Visi-nya ‘Menjadi Penggerak dan Pemberdaya Sekolah Islam untuk Kejayaan Indonesia’,” pungkasnya.

JSIT Indonesia, lanjutnya, akan menyambut setiap ajakan kolaborasi yang tujuannya adalah Kejayaan Indonesia.

Tak hanya itu, Fahmi juga bertemu secara langsung dengan para penyintas dan menyalurkan bantuan dari anggota JSIT dari seluruh Indonesia, sambil menyampaikan salam hangat anggota kepada para penyintas seraya memberikan penguatan pada mereka.

“Bapak/ ibu tidak sendiri, ada saudara-saudara dari Sabang hingga Merauke yang peduli. Sabar, sabar dan sabar adalah kunci untuk keluar dari musibah ini. Tegar dan tangguh dengan semakin mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta Allah SWT merupakan hal yang paling penting dilakukan, segera kita kembali kepada Allah SWT, Dia sayang kepada kita maka kita diingatkannya,” ujarnya.

Diakhir kunjungannya kepada penyintas Banjir Bandang, Galodo dan Lahar Dingin di Sumbar, Fahmi mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya anggota JSIT INDONESIA di seluruh INDONESIA agar terus meningkat kepedulian, menggalang donasi, mendoakan agar Sumbar senantiasa dalam curahan rahmat dan inayah Allah SWT, karena Duka Ranah Minang Duka Kita Semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*