JSIT Indonesia Banten Gelar Workshop Managerial Kepala Sekolah

Tangerang (30/08) — JSIT Indonesia wilayah Banten sebagai salah satu komunitas pendidikan di Indonesia terbukti berkontribusi menciptakan iklim pendidikan yang semakin maju.

Untuk memperkuat kepemimpinan kepala sekolah, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia wilayah Banten mengadakan workshop Managerial Kepala Sekolah. Workshop yang menghadirkan coach Abi Darwis ini dilaksanakan pada Senin-Selasa, 28-29 Agustus 2023 di hotel Grand Soll Marina Kota Tangerang.

Sekitar 103 peserta yang merupakan kepala sekolah dan pimpinan lembaga mengikuti kegiatan yang diadakan dihadiri oleh pembina JSIT Indonesia wilayah Banten KH. Taupik Rachmat, S.H.I, dan ketua JSIT Indonesia wilayah Banten Dr. Muhammad Arifin, S.Ag., M.SI.

Dalam sambutannya, Arifin menyatakan JSIT Indonesia wilayah Banten terus berbenah untuk menghadirkan pendidikan Indonesia yang semakin maju.

“JSIT Banten fokus pada penguatan organisasi lebih maksimal. Kami siap
kuatkan semua elemen JSIT Banten. Terimakasih kepada kepala sekolah yang serius mengikuti workshop ini. Nantinya bersiap berkontribusi untuk lembaga pendidikannya sehingga meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ustadz Taufik menegaskan

Kita memantaskan diri kita. Yang kedua kita ingin memaknai jabatan kepala sekolah ini sebagai satu bentuk ijabah doa yang mungkin selama ini kita panjatkan kepada Allah subhanahu.

“Ada peran kepala sekolah yaitu edukator, manager, administrator, supervisor, leader, dan climate creator. Jadi, kepala sekolah harus pembelajar. Kalau buka YouTube yang dibuka sesuatu yang bisa meningkatkan kapasitas dirinya,” tegasnya.

Coach Abi menegaskan kepala sekolah harus membuat pembagian tugas yang jelas agar bisa diterapkan dengan baik.

“Setiap orang yang bekerja di lembaga kita perlu on boarding, wajib disepakati dengan detil ruang lingkup, job deskripsi, visi misi, value, dan culture organisasi,” tegasnya

“Sekolah harus naikkan value. Menciptakan kepemimpinan agar mewujudkan guru yang bontribusi yang besar, pengorbanan totalitas, dan keseriusan di sekolah. Bukan masalah bisa atau tidak bisa tetapi mau atau tidak mau,” katanya

Para peserta yang merupakan kepala sekolah dan lembaga pendidikan diberikan penguatan tentang kepemimpinan sehingga dapat diterapkan dengan baik di lembaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*