Tips dan Trik Membangun Karakter Anak Diera 5.0

Oleh : Syabandi, S.Pd.I, M.Pd. (Sekretaris JSIT Wilayah Kalimantan Barat dan Kepala Sekolah SDIT Alkarima) Pada era Society 5.0 segala aspek kehidupan berkaitan dengan teknologi. Hal tersebut telah membuat manusia harus berpikir kritis serta mampu beradaptasi dan berinovasi. Memasuki era baru ini, diharapkan manusia bisa terus mengembangkan diri bersamaan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Berbeda saat awal kemerdekaan, pendidikan banyak menitik berat pada aspek moral. Tantangan saat itu tidak terlalu banyak dan sulit. Peran orang tua yang dominan, secara positif akan mempengaruhi karakter dan kepribadian anak di rumah dan Selanjutnya …

Qur’anisasi Generasi Sekolah Islam Terpadu (SIT)

Oleh Zayn The Light Problem pengajaran Qur’an memang masih menjadi problem besar ummat. Berkaca hasil survey DMI yang direlease awal 2022, Secara ilman kemampuan umat islam indonesia baru mencapai angka 35% bebas buta aksara al-Qur’an. Artinya masih sekitar 65% atau setara 145 juta muslim dari 223 juta pemeluk agama Islam di Indonesia belum bisa baca Qur’an. Jika standar penilaian atau indikatornya ditambah kemampuan baca sesuai tajwid atau kaidah, maka boleh jadi angkanya merosot hingga 20%an. Lebih lagi jika yang disurvey adalah kemampuan hafalan dan kemampuan pemahaman arti dari ayat yang Selanjutnya …

Kontribusi dan Kolaborasi JSIT Untuk Kemajuan Negeri

Kehadiran Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) harus mampu mendongkrak mutu pendidikan di tanah air. Hal ini dikarenakan mutu pendidikan di suatu negara akan sangat menentukan maju atau mundurnya bangsa tersebut. Dalam konteks ini, sekolah – sekolah yang tergabung dalam JSIT harus mampu melahirkan inovasi – inovasi dalam meningkatkan layanan pendidikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Adapun JSIT sendiri sebagai sebuah organisasi yang menaungi Sekolah – Sekolah Islam Terpadu akan semakin mengokohkan perannya sebagai mitra strategis bagi pemerintah untuk bersama – sama memajukan pendidikan di tanah air. Itulah yang diungkapkan oleh Ketua Selanjutnya …

Peran Strategis JSIT Dalam Membumikan Pancasila

Sekolah – sekolah yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) harus menjadi contoh dalam upaya penanaman nilai – nilai Pancasila di kalangan peserta didik. Adapun Profil Pelajar Pancasila sebagaimana diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hendaknya menjadi acuan dalam proses pembelajaran di berbagai jenjang. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Barat, H. Aep Syarifuddin, S.Si., MT saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal sekaligus Pelantikan Pengurus JSIT Indonesia Wilayah Jawa Barat yang digelar di kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu. Di samping itu seluruh sekolah yang tergabung Selanjutnya …

Cerita Inspiratif Guru: Curhat, Meleburkan Kedekatan Guru dan Anak

Oleh : Tb. Mohammad Sholeh (Guru SMPIT Al-Masyikar Bina Insani Serang-Banten)   Pak Agus adalah seorang wali kelas di salah satu kelas 8 di sebuah SMP Islam Terpadu di wilayah kabupaten Serang, Banten. Saat itu sekitar tahun 2010-an, era di mana mulai marak muncul media-media sosial. Tantangan seorang guru kala itu adalah berhadapan dengan kebiasaan baru anak zaman modern, seperti main game, berselancar di dunia maya, ciutan-ciutan di medsos, dan sebagainya. Kebutuhan terhadap gawai (gadget/HP) mulai mengemuka di kalangan remaja. Kebutuhan batin anak saat itu, memiliki sebuah resiko yang cukup Selanjutnya …

Sekolah: “Highway to Heaven”

  Oleh : Sapto Sugiharto, M.Pd (Ketua Departemen Hubungan dan Kerjasama Internasional JSIT Indonesia) Al Qur’an Surat Ali Imran Ayat 133: Wa saari’uuu ilaa maghfiratim mir Rabbikum wa Jannatin arduhassamaawaatu wal ardu u’iddat lilmuttaqiin Artinya: Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Lembaga Sekolah bukan hanya sebatas wujud formalitas berupa bangunan, furnitur dan perlengkapan lainnya, bukan pula pelaksana sistem baku “industri” persekolahan, tetapi ia adalah sebuah “wadah” yang dirancang untuk mencapai misi membentuk para pengukir Selanjutnya …

Akankah Ayah-Bunda “Utang Fisik” Kepada Anak-anak ?

Oleh : Defrizal Siregar, S.Or. (Ketua Divisi Olahraga JSIT Indonesia dan Sports Consultant)   Kita pasti bangga ketika bagi raport nilai akademis anak-anak kita diatas rata-rata 90. Bahkan untuk meraih nilai terbaik kita kasih pelajaran tambahan (bimbel) agar terus konsisten dan siap menghadapi UN nanti. Kita pasti bangga ketika hafalan Quran anak-anak kita terus bertambah. Bahkan kita cari pesantren terbaik Agar hafalan Quran mereka terus bertambah dan kelak menjadi Hafidz Qur’an. Penulis juga sangat bangga punya anak-anak dengan potensi yang dahsyat dan luar biasa tersebut, semoga Allah mudahkan kita memiliki Selanjutnya …

Tiga Olahraga Sunnah, Pondasi Bagi Si Kecil

  Oleh : Defrizal Siregar, S.Or (Ketua Divisi Olahraga JSIT Indonesia dan Sports Consultant)   “Ajarilah anakmu berenang, memanah dan berkuda” (Umar Ibn Khattab) Saat ini sedang marak berkembangnya olahraga sunnah di masyarakat Indonesia, yakni berenang, memanah dan berkuda. Sehingga ramai orangtua mendatangi klub-klub yang melayani pembentukan ketrampilan fisik tersebut. Usia dini adalah fase penting untuk menstimulasi gerak dasar pada anak, oleh karena itu orangtua sangat penting mendampingi anak-anaknya untuk melakukan aktivitas fisik pada fase tersebut. Kenapa olahraga sunnah ini disarankan diajarkan kepada anak-anak? 3 Olahraga sunnah tersebut bersifat individual, karena Selanjutnya …

NASIONALISME DAN SEMANGAT KEISLAMAN PEMUDA MILLENIALS UNTUK SISWA SEKOLAH ISLAM TERPADU

Assalamualaikum wr.wb. Perkenalkan nama saya Kholid Zaim saat ini menempuh pendidikan di Universitas Negeri Jakarta jurusan pendidikan sejarah. Dalam tulisan ini, saya akan mencoba memberikan pengalaman saya pribadi sebagai alumni sekolah Islam terpadu yang tentunya pengalaman tersebut sangat membekas pada pola pikir, tindakan, dan pengamalan yang saya lakukan bagi lingkungan, terutama menjadi faktor mengapa saya memilih untuk menjadi seorang pendidik sejarah. Menempuh pendidikan selama enam tahun di SDIT Ummul Quro Bogor (2003-2009) dan tiga tahun di SMPIT Ummul Quro Bogor (2009-2013) saya bersyukur dikelilingi oleh guru-guru yang sangat luar biasa, Selanjutnya …