Sastra Masuk Kurikulum, Sebuah Keprihatinan bagi Dunia Pendidikan Indonesia

Oleh : Sarni S. Walanda (Kepala Sekolah SMA IT Albina Kota Ternate) “Membaca buku – buku yang baik berarti memberi makan rohani yang baik (Buya Hamka)” Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sastra adalah bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari). Sementara menurut Wellek & Warren (2016: 3), sastra adalah sebuah kegiatan kreatif, sebuah karya seni. Dari pengertian di atas maka bisa diartikan sastra adalah seni yang dilukiskan dalam kata-kata namun dengan diksi yang bisa membangkitkan semangat, sebagai sarana ekspresi cinta, kasih dan sayang. Sastra bisa Selanjutnya …

Quo Vadis Anggaran Pendidikan untuk Rakyat ?

Oleh : Fahmi Zulkarnain, M. Pd. (Ketua Umum JSIT Indonesia) Undang-Undang Dasar 1945 telah menetapkan alokasi 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan. Ketentuan ini sejalan dengan komitmen negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Namun, bagaimana alokasi ini direalisasikan dalam anggaran negara? Mari kita telaah lebih dalam. Mandat konstitusional untuk ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ menurut pandangan kami, adalah untuk kepentingan 50 juta siswa dan 7,3 juta mahasiswa Indonesia yang merupakan masa depan bangsa ini. Oleh karena itu, alokasi 20 persen dari APBN Selanjutnya …

Mendidik Anak, Mendidik Diri Sendiri

Oleh: Anisa Fitriany Sholehah (Guru SDIT Insan Rahayu – Bandung) Berbagai macam definisi mengenai ke-shalih-an seseorang itu terkadang kurang jelas dan terkesan bias secara arti dan pemaknaan. Kurangnya kesadaran bahwa segala bentuk pertanyaan salah satunya terdapat pada ayat-ayat-Nya. Sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur’an: وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ Artinya: Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur (QS. an-Nahl ayat 78). Hasil pentadaburan Selanjutnya …

Tips dan Trik Membangun Karakter Anak Diera 5.0

Oleh : Syabandi, S.Pd.I, M.Pd. (Sekretaris JSIT Wilayah Kalimantan Barat dan Kepala Sekolah SDIT Alkarima) Pada era Society 5.0 segala aspek kehidupan berkaitan dengan teknologi. Hal tersebut telah membuat manusia harus berpikir kritis serta mampu beradaptasi dan berinovasi. Memasuki era baru ini, diharapkan manusia bisa terus mengembangkan diri bersamaan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Berbeda saat awal kemerdekaan, pendidikan banyak menitik berat pada aspek moral. Tantangan saat itu tidak terlalu banyak dan sulit. Peran orang tua yang dominan, secara positif akan mempengaruhi karakter dan kepribadian anak di rumah dan Selanjutnya …

Qur’anisasi Generasi Sekolah Islam Terpadu (SIT)

Oleh Zayn The Light Problem pengajaran Qur’an memang masih menjadi problem besar ummat. Berkaca hasil survey DMI yang direlease awal 2022, Secara ilman kemampuan umat islam indonesia baru mencapai angka 35% bebas buta aksara al-Qur’an. Artinya masih sekitar 65% atau setara 145 juta muslim dari 223 juta pemeluk agama Islam di Indonesia belum bisa baca Qur’an. Jika standar penilaian atau indikatornya ditambah kemampuan baca sesuai tajwid atau kaidah, maka boleh jadi angkanya merosot hingga 20%an. Lebih lagi jika yang disurvey adalah kemampuan hafalan dan kemampuan pemahaman arti dari ayat yang Selanjutnya …

Kontribusi dan Kolaborasi JSIT Untuk Kemajuan Negeri

Kehadiran Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) harus mampu mendongkrak mutu pendidikan di tanah air. Hal ini dikarenakan mutu pendidikan di suatu negara akan sangat menentukan maju atau mundurnya bangsa tersebut. Dalam konteks ini, sekolah – sekolah yang tergabung dalam JSIT harus mampu melahirkan inovasi – inovasi dalam meningkatkan layanan pendidikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Adapun JSIT sendiri sebagai sebuah organisasi yang menaungi Sekolah – Sekolah Islam Terpadu akan semakin mengokohkan perannya sebagai mitra strategis bagi pemerintah untuk bersama – sama memajukan pendidikan di tanah air. Itulah yang diungkapkan oleh Ketua Selanjutnya …

Peran Strategis JSIT Dalam Membumikan Pancasila

Sekolah – sekolah yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) harus menjadi contoh dalam upaya penanaman nilai – nilai Pancasila di kalangan peserta didik. Adapun Profil Pelajar Pancasila sebagaimana diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hendaknya menjadi acuan dalam proses pembelajaran di berbagai jenjang. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Barat, H. Aep Syarifuddin, S.Si., MT saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal sekaligus Pelantikan Pengurus JSIT Indonesia Wilayah Jawa Barat yang digelar di kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu. Di samping itu seluruh sekolah yang tergabung Selanjutnya …

Cerita Inspiratif Guru: Curhat, Meleburkan Kedekatan Guru dan Anak

Oleh : Tb. Mohammad Sholeh (Guru SMPIT Al-Masyikar Bina Insani Serang-Banten)   Pak Agus adalah seorang wali kelas di salah satu kelas 8 di sebuah SMP Islam Terpadu di wilayah kabupaten Serang, Banten. Saat itu sekitar tahun 2010-an, era di mana mulai marak muncul media-media sosial. Tantangan seorang guru kala itu adalah berhadapan dengan kebiasaan baru anak zaman modern, seperti main game, berselancar di dunia maya, ciutan-ciutan di medsos, dan sebagainya. Kebutuhan terhadap gawai (gadget/HP) mulai mengemuka di kalangan remaja. Kebutuhan batin anak saat itu, memiliki sebuah resiko yang cukup Selanjutnya …

Sekolah: “Highway to Heaven”

  Oleh : Sapto Sugiharto, M.Pd (Ketua Departemen Hubungan dan Kerjasama Internasional JSIT Indonesia) Al Qur’an Surat Ali Imran Ayat 133: Wa saari’uuu ilaa maghfiratim mir Rabbikum wa Jannatin arduhassamaawaatu wal ardu u’iddat lilmuttaqiin Artinya: Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Lembaga Sekolah bukan hanya sebatas wujud formalitas berupa bangunan, furnitur dan perlengkapan lainnya, bukan pula pelaksana sistem baku “industri” persekolahan, tetapi ia adalah sebuah “wadah” yang dirancang untuk mencapai misi membentuk para pengukir Selanjutnya …