Idul Qurban 1445 H, JSIT Indonesia Salurkan Hewan Kurban di Daerah Pedalaman Indonesia dan Rakyat Palestina

Jakarta (19/06) — Idul Adha 1445 H menjadi momentum untuk membuktikan kepedulian terhadap sesama khususnya mereka yang berada di daerah pedalaman dan atau berada dalam penindasan sehingga kesulitan hidup dan penderitaan tak berujung selalu mereka rasakan.

JSIT Indonesia memanfaatkan momentum tersebut dengan menebar hewan kurban baik dilakukan secara mandiri oleh anggotanya maupun melalui Departemen Sosial Kemanusiaan JSIT Indonesia dengan berkolaborasi bersama Adara Relief Internasional.

Ketua JSIT Indonesia Fahmi Zulkarnain mengatakan Kurban yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah anggota tujuannya mengokohkan fungsi sekolah sebagai Pusat Pembangunan Sosial Kemasyarakatan sekaligus mempraktekkan profil pelajar Pancasila dalam dimensi beriman bertaqwa dan akhlak mulia, berkebhinekaan global, dan gotong royong.

“Kurban ini menggerakkan semua unsur di sekolah; Penyelenggara, Pengelola, Stakeholders dan Shareholders. Hal ini juga bagian dari nilai keterpaduan dimana keberadaan sekolah dapat memadukan unsur-unsur yang ada secara kolaboratif mewujudkan manfaat yang optimal dan maksimal, serta membentuk karakter pelajar Pancasila,” ungkapnya

Dengan demikian, kata Fahmi, sekolah bukan hanya sebatas tempat transfer ilmu pengetahuan dari Guru kepada Murid, bahkan lebih dari itu bersama sama wali murid, masyarakat dan semua unsur yang ada bergerak dan menggerakkan semua potensi untuk memberikan manfaat yang nyata pada momentum Idul Adha kali ini.

“Bukan itu saja, di beberapa daerah pedalaman Indonesia; Lembata, Manggarai Barat, Belu dan Baramusa hewan kurban JSIT Indonesia juga disalurkan,” terang Fahmi.

Tidak hanya itu, Ketua Departemen Sosial Kemanusiaan JSIT Indonesia, Yon Hendri yang menjadi delegasi penyaluran hewan kurban JSIT Indonesia di pengungsian Rakyat Palestina di Lebanon menyampaikan turut berterima kasih kepada para pequrban yang telah menyisihkan rezekinya untuk membantu Rakyat Palestina baik yang berada di Gaza (Rafah), Al Quds dan Tepi Barat.

“Senyum mereka adalah bahagia kita semua, untuk peduli terhadap derita mereka cukup dengan menguatkan rasa kemanusian kita semua, terima kasih yaa Allah atas nikmat cahaya-Mu pada jiwa jiwa kami. Alhamdulillah untuk semua anugerah-Mu buat JSIT Indonesia,” ungkap Yon Hendri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*