Sinergi dengan Komunitas Serbuk Pensil Batang, SDIT Permata Hati Ajarkan Teknik Pembuatan Mural

Batang (16/10) — Program P5 menjadi agenda rutin yang dilaksanakan sekolah setiap semester di masing-masing level kelas. P5 merupakan singkatan dari Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Pada Rabu (11/10/2023), SDIT Permata Hati melaksanakan program P5 berupa seni mural di lingkungan sekolah bersama Komunitas Serbuk Pensil Batang sebagai sarana pembelajaran khusus siswa siswi kelas 5.

Kegiatan P5 kali ini terkesan unik, karena secara umum mengenal budaya lokal kerap kali hanya dijumpai di buku saja. Lain halnya dengan P5 kali ini, siswa dapat belajar sambil mengekspresikan diri melalui karya seni mural, sehingga siswa akan lebih antusias dalam belajar.

Dengan memanfaatkan dinding kosong sekolah, sebanyak 98 siswa diminta melukis beragam budaya Kabupaten Batang sambil mengenal kearifan lokal.

“Sebagian besar siswa SDIT Permata Hati cenderung kinestetik. Jadi seni mural ini cocok sekali untuk pembelajaran anak mengenal budaya lokal secara visual.” Jelas Kepala SDIT Permata Hati, Irwa Arifiana.

Ia juga menuturkan, kegiatan ini mendukung kreatifitas siswa, sekaligus memberikan pengalaman berkesan untuk anak tingkat SD. Karena seni ini sangat jarang didapatkan di bangku Sekolah Dasar.

” Dalam hal ini kami menargetkan yang pertama, sebagai pengetahuan siswa terhadap budaya lokal baik seni maupun tradisi. Kedua, melihat Seni dari perspektif media lain. Ketiga, siswa dapat melihat keanekaragaman sebagai sesuatu yang indah. Keempat, siswa mampu bekerjasama dan percaya diri. Dan terakhir, memberikan pengalaman berkesan untuk siswa supaya melihat bahwa seni itu menyenangkan.” Imbuhnya.

Ditemui di tengah kegiatan P5, Sigit Purnomo selaku Ketua Komunitas Serbuk Pensil menyampaikan rasa senangnya bisa bekerjasama dengan SDIT Permata Hati. Menurutnya dengan pengenalan seni mural ini khususnya di tingkat SD merupakan pengetahuan dini dalam bidang kesenian daerah.

“Tentu saja kita senang, karna komunitas kami bisa berbagi sekaligus mengedukasi adik adik di sini. Sehingga adik adik tau kalau coret coret dinding itu harus rapi, dan tau cara mencoret dinding yang benar supaya menjadi karya yang bisa dinikmati.” Katanya.

Ia berharap setelah ini anak menjadi tau bahwa coret coret dinding bisa menjadi sebuah seni dan pengenalan budaya, asalkan dilakukan dengan tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*