SDIT Nur Hidayah Gelar Webinar Tallents Mapping

 

 

Solo (13/03) — SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta menggelar Webinar Tallents Mapping melalui ruang virtual Zoommeeting dan Youtube. Tema yang diangkat dalam webinar ini yakni ‘Menggali Potensi dan Menemukan Peran Produktif Anak’.

 

Bertindak sebagai pembicara yakni  Ahmad S. Ahid, pakar dan praktisi talents mapping dari Bensma, Spread Your Positive Energy.

Dalam sambutannya, Kepala SDIT Nur Hidayah Surakarta, Waskito, menuturkan, tujuan digelarnya webinar salah satunya sebagai sarana silaturahmi.

 

“Berjumpa kembali dalam rangkaian webinar dalam rangka terus mengokohkan sinergi pendidikan sekaligus sarana silaturrahim dan tholabul ilmi bersama. Webinar kali ini mengangkat tema yang unik dan tentu menjadi kebutuhan kita bersama, tallents mapping. Bagaimana kita mengetahui potensi bakat, memberikan coaching mengembangkan bakat anak-anak kita. Sekolah dengan layanan beragam kegiatan dan ekstrakurikuler berusaha memfasilitasi potensi bakat para siswa,” ungkapnya.

Dalam paparan materinya, Ahmad S. Ahid, menuturkan bahwa anak sejak lahir sudah memiliki bakat uniknya masing-masing secara nature.

 

“Tugas kita orang tua adalah mengetahui, menggali, dan mengembangkan bakat anak. Untuk orang tua yang anaknya di usia sekolah dasar, saatnya untuk mengeksplorasi bakat anak secara luas. Biarkan anak-anak kita mencoba banyak hal. Nanti kalau anak sudah usia sekolah menengah, potensi bakatnya akan semakin menyempit dan fokus.” papar Ahid.

Ahid menambahkan berdasarkan definisi Gallup bahwa bakat sebagai pola pikir, perasaan, dan tindakan yang alami, muncul berulang-ulang, dan dapat digunakan untuk sesuatu yang produktif.

 

Ketika aspek fisik dan aspek kepribadian pada bakat anak dikembangkan dengan baik maka akan menghasilkan kakarter kinerja (performance character) dan karakter moral (moral character). Ia akan mencapai potensi tertinggi dengan tetap beretika baik.

“Kita orang tua mesti memahami bahwa karakter moral seperti kejujuran, ketaqwaan, sopan santub, serta tatakrama anak mesti dikembangkan dengan cara dicontohkan, diajarkan, didisiplinkan, dan dibiasakan. Kata kuncinya pada keteladanan,” lanjut  Ahid.

Salah satu peserta webinar, Wahyu Tiarni, ibunda dari Melati, siswi kelas VI menuturkan,

 

“Alhamdulillah, secara pribadi sengah mengikuti webinar ini, saya mendapatkan informasi bagaimana cara mengetahui kekuatan, potensi yang ada pada anak-anak kita. Lebih bijaksana dalam menyikapi dan merespon apa yang diinginkan anak-anak kita secara tepat. Semoga kita semua dapat memfasilitasi dan mengembangkan melatih bakat anak kita.” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*